Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha wal tanzhur nafsun maa qaddamat lighad, wattaqullah, innallaha khabiirun bimaa ta'maluun.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Setiap tarikan napas yang kita embuskan adalah langkah yang semakin mendekatkan kita pada liang lahat. Karena itu, khatib senantiasa mengajak diri pribadi dan hadirin sekalian untuk membekali diri dengan sebaik-baik bekal, yaitu ketakwaan. Takwa yang tidak hanya terucap di lisan, namun terhujam kuat di dalam kalbu dan teraplikasi dalam perilaku sehari-hari.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Seringkali kita terlalu fokus pada penyakit fisik. Jika kolesterol naik atau gula darah tinggi, kita segera ke dokter, membatasi makanan, dan meminum obat secara rutin. Namun, betapa abainya kita terhadap penyakit hati, padahal penyakit hatilah yang justru akan membinasakan kita, tidak hanya di dunia, tetapi juga menyiksa kita di akhirat kelak.
Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya dan paling sering tidak kita sadari adalah Hasad (dengki). Hasad adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, dan berharap nikmat tersebut hilang dari orang itu. Rasulullah SAW memperingatkan dengan sangat keras: "Jauhilah oleh kalian hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mengapa hasad sangat dibenci dalam Islam? Karena orang yang hasad pada hakikatnya sedang memprotes ketetapan Allah SWT. Ketika ia merasa panas melihat tetangganya membeli kendaraan baru, atau rekan kerjanya naik jabatan, seolah-olah ia sedang berkata kepada Allah: "Ya Allah, mengapa Engkau berikan nikmat itu kepadanya? Dia tidak pantas mendapatkannya, akulah yang lebih pantas!" Naudzubillahi min dzalik.
Sifat hasad adalah warisan Iblis laknatullah 'alaih. Iblis diusir dari surga bukan karena ia tidak berilmu, bukan pula karena ia tidak beribadah—bahkan Iblis adalah makhluk yang sangat ahli ibadah. Iblis diusir karena kesombongan dan hasadnya kepada Nabi Adam AS saat Adam diberikan kedudukan dan kemuliaan oleh Allah.
Jamaah sekalian,
Mari kita bersihkan hati kita. Jika melihat saudara seiman mendapatkan rezeki, doakanlah keberkahan untuknya dengan mengucapkan "Baarakallahu laka". Sadarilah bahwa rezeki setiap makhluk telah tertulis di Lauhul Mahfudz bahkan sebelum langit dan bumi diciptakan. Apa yang menjadi jatah rezeki kita tidak akan pernah tertukar dan lari kepada orang lain, dan apa yang bukan jatah kita, tidak akan pernah bisa kita raih meski kita mati-matian mengejarnya.
Hiasi hati dengan qana'ah (merasa cukup), perbanyak istighfar, dan sibukkan diri menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita, niscaya kita tidak akan punya waktu untuk menghitung-hitung nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.
—
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.
Ya Allah, sucikanlah hati kami dari penyakit nifaq, bersihkan amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat. Hilangkanlah rasa dengki, iri, dan kebencian dari dalam dada kami terhadap sesama muslim. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saling mencintai karena-Mu dan saling memaafkan.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.
'Ibaadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsaan wa iitaa'i dzil qurbaa wa yanhaa 'anil fahsyaa'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Aqimish shalaah.
Bahaya Penyakit Hati: Membersihkan Jiwa dari Hasad dan Dengki
N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 10 January 2026
|
🌙 21 Rajab 1447 H
|
👁️ 47 Baca
Bagikan Kebaikan Ini
Diskusi Hikmah 0
Belum ada diskusi.