NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Keutamaan Ilmu dan Pentingnya Adab Menuntut Ilmu

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 09 January 2026 🌙 20 Rajab 1447 H 👁️ 48 Baca
Keutamaan Ilmu dan Pentingnya Adab Menuntut Ilmu
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina aamanuu idzaa qiila lakum tafassahuu fil majaalisi fafsahuu yafsahillahu lakum, wa idzaa qiilansyuzuu fansyuzuu yarfa'illahulladziina aamanuu minkum walladziina uutul 'ilma darajaat, wallahu bimaa ta'maluuna khabiir.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Di majelis yang penuh berkah ini, mari kita luruskan niat dan memfokuskan hati semata-mata mengharap rida Allah. Khatib berwasiat, marilah kita pelihara dan tingkatkan ketakwaan kita. Takwa yang dibangun di atas fondasi ilmu yang benar, bukan ibadah yang didasarkan pada kebodohan dan ikut-ikutan semata.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Agama Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu pengetahuan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW bukanlah perintah untuk shalat, puasa, atau haji, melainkan perintah 'Iqra'—Bacalah. Ini adalah tonggak peradaban bahwa umat Islam harus menjadi umat yang terdepan dalam hal literasi dan keilmuan.



Rasulullah SAW bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah). Ilmu agama adalah cahaya yang akan membimbing kita membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana amalan sunnah dan mana perbuatan bid'ah, mana rezeki yang halal dan mana transaksi yang diharamkan. Tanpa ilmu, niat baik saja tidak cukup. Banyak orang beribadah dengan giat, namun karena tidak dilandasi ilmu fikih yang benar, ibadahnya menjadi sia-sia dan tidak diterima.



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Namun hari ini, kita menghadapi sebuah paradoks. Akses informasi sangat mudah didapat, jutaan kajian tersedia di genggaman tangan, namun mengapa krisis moral dan akhlak semakin menjadi-jadi? Jawabannya adalah karena hilangnya 'Adab' dalam menuntut ilmu.



Para ulama salaf terdahulu mempelajari adab selama puluhan tahun sebelum mereka mempelajari ilmu itu sendiri. Imam Malik rahimahullah pernah berpesan kepada seorang pemuda Quraish, "Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu." Mengapa? Karena ilmu tanpa adab akan melahirkan kesombongan. Seseorang yang banyak ilmunya namun niradab akan mudah mengkafirkan saudaranya, merendahkan gurunya, dan merasa paling suci di antara manusia lainnya.



Jamaah sekalian,

Mari kita perbaiki niat kita dalam belajar. Tuntutlah ilmu bukan untuk mendebat orang lain, bukan untuk mencari panggung, dan bukan untuk meraih ketenaran duniawi. Tuntutlah ilmu semata-mata untuk mengangkat kebodohan dari diri kita sendiri dan untuk diamalkan. Hargailah para ulama, ustadz, dan guru-guru yang telah mentransfer ilmunya kepada kita. Doakan mereka dalam sujud kita, karena barakah sebuah ilmu sangat bergantung pada rasa hormat seorang murid kepada gurunya.



Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima di sisi-Nya. Amin.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, dan dosa para mu'allim yang telah mengajarkan kami huruf demi huruf dari Al-Qur'an.



Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran agar kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan agar kami bisa menjauhinya. Karuniakanlah kepada kami kelapangan dada dalam menerima nasihat, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang tawadhu dengan ilmu yang Engkau titipkan.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.



'Ibaadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsaan wa iitaa'i dzil qurbaa wa yanhaa 'anil fahsyaa'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuuruuhu 'alaa ni'amihi yazidkum, waladzikrullahi akbar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.