NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Sabar dan Syukur: Dua Sayap Orang Beriman dalam Menjalani Kehidupan

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 08 January 2026 🌙 19 Rajab 1447 H 👁️ 48 Baca
Sabar dan Syukur: Dua Sayap Orang Beriman dalam Menjalani Kehidupan
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla, Dzat yang tiada henti mengalirkan nikmat-Nya kepada kita, meskipun seringkali kita lalai bersyukur. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.



Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa mempertebal ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah satu-satunya pakaian yang tidak akan lusuh dimakan usia, dan satu-satunya bekal yang akan menyelamatkan kita di hari pengadilan kelak.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kehidupan di dunia ini tidak akan pernah sepi dari dua hal: kenikmatan dan ujian. Tidak ada manusia yang terus-menerus bahagia tanpa pernah bersedih, dan tidak ada manusia yang terus-menerus menderita tanpa pernah merasakan kelapangan. Keduanya adalah ketetapan (sunnatullah) yang datang silih berganti.



Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang sangat indah tentang sikap seorang mukmin sejati dalam menghadapi roda kehidupan ini. Beliau bersabda: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya." (HR. Muslim).



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Sabar dan syukur ibarat dua sayap burung yang membawa seorang hamba terbang menuju rida Tuhannya. Jika salah satu sayapnya patah, ia akan jatuh terpelanting. Saat kelapangan rezeki datang, saat bisnis meraup untung, saat tubuh sehat bugar, ujiannya adalah syukur. Syukur bukan sekadar mengucapkan 'Alhamdulillah', melainkan menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan. Menafkahkan harta di jalan Allah, menggunakan kesehatan untuk melangkah ke masjid, dan menggunakan jabatan untuk menegakkan keadilan.



Sebaliknya, ketika ujian datang menyapa—entah itu berupa hilangnya harta, penyakit yang tak kunjung sembuh, atau kepergian orang-orang tercinta—maka ujiannya adalah sabar. Sabar adalah menahan lisan dari keluh kesah yang menyalahkan takdir, menahan hati dari prasangka buruk kepada Allah, dan menahan anggota badan dari meratapi nasib secara berlebihan.



Jamaah sekalian,

Ketahuilah bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Duri yang menusuk telapak kaki seorang mukmin pun, jika ia bersabar, akan menggugurkan dosa-dosanya bagaikan daun kering yang berguguran dari pohonnya. Jangan biarkan badai ujian menenggelamkan perahu keimanan kita. Tetaplah berpegang teguh pada tali agama Allah, karena sesudah kesulitan itu pasti akan datang kemudahan.



Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang pandai bersyukur, dan raga yang tangguh dalam bersabar menghadapi segala ketetapan-Nya.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiima, wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiima fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat, innaka samii'un qariibun mujiibud da'waat. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, tutuplah aib-aib kami, dan terimalah amal ibadah kami yang banyak kekurangannya ini.



Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kesabaran seluas lautan saat menghadapi ujian-Mu. Karuniakanlah kepada kami hati yang senantiasa bersyukur di saat lapang. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami, dan janganlah Engkau jadikan ilmu kami hanya sekadar hiasan lisan tanpa amal nyata.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.



'Ibaadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsaan wa iitaa'i dzil qurbaa wa yanhaa 'anil fahsyaa'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuuruuhu 'alaa ni'amihi yazidkum, waladzikrullahi akbar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.