Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah, Dzat yang telah membagi-bagikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya dengan takaran yang Maha Adil. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, teladan umat yang tidak hanya mengajarkan tata cara ruku' dan sujud, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjadi pedagang yang jujur dan pekerja yang amanah.
Melalui mimbar ini, khatib mengajak diri khatib sendiri dan hadirin sekalian: marilah kita rawat dan tingkatkan ketakwaan kita. Takwa yang hakiki adalah saat kita takut untuk melanggar larangan Allah, sekecil apa pun itu, termasuk saat kita sedang bertransaksi dan mencari penghidupan di dunia ini.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Bekerja mencari nafkah untuk menutupi kebutuhan diri dan keluarga bukanlah urusan duniawi semata. Dalam Islam, bekerja adalah ibadah yang sangat mulia, bahkan bernilai jihad fi sabilillah jika diniatkan dengan benar. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Mencari rezeki yang halal adalah fardhu (kewajiban) setelah kewajiban-kewajiban fardhu lainnya." (HR. Thabrani dan Baihaqi).
Namun, yang sering menjadi ujian berat di zaman ini bukanlah sekadar mencari pekerjaan, melainkan menjaga agar cara kita bekerja dan berbisnis tetap berada di atas rel syariat. Banyak orang yang rajin menunaikan shalat lima waktu, namun di tempat kerja ia melakukan korupsi waktu, memanipulasi laporan keuangan, menerima uang pelicin (risywah), atau menipu pelanggannya dengan dalih strategi *marketing*.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Dalam fikih muamalah, keberkahan sebuah perniagaan sangat bergantung pada kejujuran. Rasulullah SAW bersabda: "Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar (memilih untuk melanjutkan atau membatalkan akad) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (cacat barangnya), maka keduanya diberkahi dalam jual belinya. Namun jika keduanya menyembunyikan cacat dan berdusta, maka akan dihapus keberkahan jual belinya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika kita berstatus sebagai karyawan, ketahuilah bahwa waktu yang telah disepakati dalam kontrak kerja adalah amanah. Menggunakan jam kerja untuk urusan pribadi tanpa izin yang sah, bermalas-malasan, atau menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi adalah bentuk memakan harta yang tidak halal.
Jamaah sekalian,
Jangan pernah takut rezeki kita tertukar atau kurang. Tidak ada satu pun makhluk yang bernyawa di muka bumi ini melainkan Allah telah menjamin rezekinya. Tugas kita hanyalah berikhtiar dengan jalan yang benar, menjaga etika profesional, dan menjauhi yang haram. Yakinlah, rezeki yang sedikit namun berkah akan mendatangkan ketenangan jiwa, kesehatan keluarga, dan kemudahan dalam beribadah, dibandingkan harta yang menggunung namun hasil dari menzalimi hak orang lain.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.
—
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, tutuplah aib kami di dunia dan di akhirat. Ya Allah, bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridhai.
Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal dari-Mu sehingga kami tidak butuh kepada yang haram. Jadikanlah kami hamba-Mu yang amanah dalam setiap pekerjaan, jujur dalam setiap perniagaan, dan qana'ah terhadap setiap rezeki yang Engkau gariskan. Jauhkanlah kami dan keluarga kami dari siksa api neraka akibat harta yang syubhat.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.
Etos Kerja Muslim: Menjemput Rezeki Halal Tanpa Menggadaikan Akhirat
N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 09 October 2020
|
🌙 21 Safar 1442 H
|
👁️ 12 Baca
Bagikan Kebaikan Ini
Diskusi Hikmah 0
Belum ada diskusi.