Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina aamanuu anifquu mimmaa razaqnaakum min qabli an ya'tiya yaumun laa bai'un fiihi walaa khullatun walaa syafaa'ah, wal kaafiruuna humuzh zhaalimuun.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Di hari yang penuh kemuliaan ini, khatib kembali menyeru kepada diri pribadi dan segenap jamaah: marilah kita buktikan ketakwaan kita dengan merealisasikan rukun Islam secara utuh. Bukan hanya shalat yang membuktikan hubungan kita dengan Allah (hablum minallah), melainkan juga zakat yang membuktikan kepedulian kita terhadap sesama (hablum minannas).
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Islam adalah agama yang paripurna, tidak hanya mengatur urusan spiritual di masjid, namun juga mendesain tata kelola ekonomi umat yang berkeadilan. Salah satu instrumen utama dalam fikih muamalah dan ekonomi syariah adalah Zakat. Zakat adalah rukun Islam ketiga, yang penyebutannya di dalam Al-Qur'an sering kali disandingkan dengan perintah shalat. Ini menunjukkan betapa vitalnya kedudukan zakat dalam kerangka keislaman kita.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 103: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." Ayat ini menegaskan bahwa harta yang kita miliki sejatinya tidak murni seratus persen milik kita. Ada hak fakir miskin, hak anak yatim, dan asnaf lainnya yang dititipkan oleh Allah di dalam saldo rekening kita, di dalam keuntungan bisnis kita, dan di dalam gaji bulanan kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Banyak orang yang sangat disiplin dalam shalat lima waktu, namun lalai menghitung zakat hartanya (zakat maal). Padahal, ketika kita menunda atau enggan mengeluarkan zakat yang telah mencapai nishab (batas minimal) dan haul (satu tahun), maka hakikatnya kita sedang memakan harta yang kotor. Harta yang tidak dizakati akan berubah menjadi racun yang mencabut keberkahan hidup, memicu penyakit, dan membawa kehancuran.
Lebih mengerikan lagi adalah ancaman Allah di akhirat kelak. Orang-orang yang menumpuk harta dan enggan menunaikan haknya, kelak hartanya itu akan dipanaskan di dalam api neraka Jahanam, lalu disetrikakan ke dahi, lambung, dan punggung mereka seraya dikatakan: "Inilah harta milikmu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (QS. At-Taubah: 35).
Jamaah sekalian,
Mari kita rutinkan melakukan audit finansial pribadi dan keluarga kita. Hitunglah tabungan, emas, keuntungan perniagaan, atau hasil pertanian kita. Keluarkanlah 2,5 persen darinya sebagai zakat jika telah memenuhi syarat. Dan jika belum mencapai nishab zakat, perbanyaklah infak dan sedekah. Jangan pernah merasa miskin karena bersedekah, sebab sedekah adalah satu-satunya investasi yang tidak akan pernah merugi, dan Allah sendiri yang akan melipatgandakan keuntungannya di dunia dan akhirat.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.
—
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah dosa kami, bersihkanlah jiwa dan harta kami dari segala kotoran dan keharaman.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami sifat dermawan, lapangkanlah hati kami untuk senantiasa berbagi, dan jauhkanlah kami dari sifat bakhil dan kikir. Jadikanlah harta yang Engkau titipkan sebagai jalan yang mendekatkan kami ke surga-Mu, bukan sebagai fitnah yang menjerumuskan kami ke dalam neraka-Mu.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.
Membersihkan Harta Melalui Kewajiban Zakat dan Infak
N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 16 October 2020
|
🌙 28 Safar 1442 H
|
👁️ 17 Baca
Bagikan Kebaikan Ini
Diskusi Hikmah 0
Belum ada diskusi.