NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Waspada Syubhat: Meninggalkan yang Meragukan Demi Menjaga Agama

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 23 October 2020 🌙 6 Rabiul Awal 1442 H 👁️ 11 Baca
Waspada Syubhat: Meninggalkan yang Meragukan Demi Menjaga Agama
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Di tengah hiruk pikuk urusan dunia yang melalaikan, Allah masih memilih kita untuk duduk bersimpuh di rumah-Nya ini. Oleh karena itu, mari kita syukuri hidayah ini dengan mempertebal ketakwaan kita. Takwa adalah rasa takut yang melahirkan kehati-hatian dalam setiap langkah, ucapan, dan transaksi yang kita lakukan.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Islam telah memberikan batasan yang sangat jelas mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dikonsumsi atau dilakukan oleh seorang mukmin. Namun, dalam dinamika kehidupan dan ekonomi modern, sering kali muncul hal-hal baru yang hukumnya tidak secara eksplisit disebutkan, sehingga statusnya menjadi samar di mata orang awam. Inilah yang di dalam literatur fikih disebut dengan istilah *Syubhat* (perkara yang meragukan).



Rasulullah SAW telah memberikan kaidah emas yang abadi dalam menyikapi perkara syubhat. Beliau bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menghindari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, maka ia terjerumus ke dalam yang haram..." (HR. Bukhari dan Muslim).



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Dalam urusan perniagaan dan muamalah maliyah, ujian syubhat ini sangatlah berat. Terkadang ada penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar, namun sistem akadnya tidak jelas, apakah itu berbasis bagi hasil (mudharabah) atau hanya kedok dari skema Ponzi dan maysir (perjudian). Terkadang pula ada gratifikasi atau hadiah dari klien bisnis yang niatnya abu-abu, apakah itu sekadar tanda terima kasih atau niat tersembunyi untuk menyuap (risywah) demi memenangkan sebuah tender.



Ketika hati nurani kita mulai ragu, ketika akal sehat kita mulai mempertanyakan kehalalan sebuah transaksi, maka sikap seorang mukmin sejati adalah meninggalkannya. "Da' maa yariibuka ilaa maa laa yariibuk" (Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, menuju apa yang tidak meragukanmu). Ini adalah prinsip wara' (kehati-hatian) tingkat tinggi yang akan memelihara kemurnian agama kita.



Jamaah sekalian,

Jangan menukar keyakinan beragama dengan setumpuk rupiah yang statusnya belum jelas. Harta syubhat akan mengeraskan hati, membuat kita malas beribadah, dan menghalangi terkabulnya doa. Mari kita bangun benteng pertahanan yang kuat dari syubhat dengan cara terus menuntut ilmu agama, bertanya kepada para ulama dan ahli fikih muamalah sebelum memutuskan sebuah transaksi besar, serta memohon perlindungan kepada Allah agar senantiasa ditunjukkan jalan yang lurus.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah dosa kami, kasihanilah kami, dan berilah kami kekuatan untuk taat kepada-Mu.



Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami yang salah itu salah, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya. Selamatkanlah kami dari fitnah harta, jauhkanlah kami dari segala bentuk syubhat yang merusak agama kami, dan jadikanlah kami hamba-Mu yang berpegang teguh pada sunnah Nabi-Mu.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.