Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina aamanuu quu anfusakum wa ahaliikum naaraa, waquuduhan naasu wal hijaarah.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Di atas mimbar yang mulia ini, khatib senantiasa mengingatkan diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Bukti nyata ketakwaan kita tidak hanya tercermin dari rajinnya kita beribadah di masjid, tetapi juga dari sejauh mana kita mampu menjaga keluarga kita, khususnya anak-anak kita, dari murka dan siksa api neraka.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Anak adalah karunia sekaligus amanah terberat yang dititipkan Allah kepada orang tua. Di era digital saat ini, tantangan mendidik anak melesat menjadi jauh lebih kompleks. Rumah kita mungkin memiliki pagar besi yang tinggi, namun dinding rumah kita sudah runtuh oleh koneksi internet yang membawa masuk segala macam pemahaman, tontonan, dan budaya asing langsung ke dalam genggaman anak-anak kita melalui layar gawai mereka.
Rasulullah SAW bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa lingkungan terdekat, khususnya ayah dan ibu, adalah pemegang kendali utama pembentukan akidah dan karakter seorang anak.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Banyak orang tua hari ini merasa telah gugur kewajibannya ketika mereka berhasil memfasilitasi anak-anaknya dengan sekolah favorit, pakaian bagus, dan makanan bergizi. Padahal, pendidikan yang paling asasi adalah pendidikan adab dan tauhid yang dilakukan di dalam rumah. Imam Al-Ghazali pernah berpesan, seorang anak adalah amanah bagi orang tuanya; hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal. Jika ia dibiasakan pada kebaikan, ia akan tumbuh menjadi baik dan orang tuanya akan ikut menuai pahala. Namun jika ia dibiarkan tanpa bimbingan layaknya hewan, ia akan celaka dan dosanya akan ditanggung oleh walinya.
Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh cerdas secara intelektual, namun buta huruf dalam membaca Al-Qur'an dan kering dari akhlakul karimah. Sisihkanlah waktu untuk duduk bersama mereka, ceritakanlah kisah para Nabi, ajarkanlah mereka shalat berjamaah, dan yang paling penting: jadilah teladan (qudwah hasanah) bagi mereka. Karena anak-anak mungkin menutup telinga dari nasihat kita, tetapi mata mereka tidak pernah terpejam dari melihat tingkah laku kita.
Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita kesabaran dalam mendidik titipan-Nya, serta menjadikan anak-anak kita sebagai penyejuk mata (qurrata a'yun) dan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.
—
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa guru-guru kami.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keturunan yang saleh dan salehah. Lindungilah anak-anak kami dari fitnah akhir zaman, dari pergaulan bebas, dan dari pemahaman yang menyesatkan. Jadikanlah keluarga kami sebagai madrasah pertama yang melahirkan generasi rabbani yang tangguh iman dan Islamnya.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.
Mendidik Generasi Rabbani di Tengah Gempuran Era Digital
N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 30 October 2020
|
🌙 13 Rabiul Awal 1442 H
|
👁️ 12 Baca
Bagikan Kebaikan Ini
Diskusi Hikmah 0
Belum ada diskusi.