NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Fikih Muamalah: Bahaya Riba dan Pentingnya Keberkahan dalam Bertransaksi

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 06 November 2020 🌙 20 Rabiul Awal 1442 H 👁️ 16 Baca
Fikih Muamalah: Bahaya Riba dan Pentingnya Keberkahan dalam Bertransaksi
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha wa dzaruu maa baqiya minar ribaa in kuntum mukminiin. Fa illam taf'aluu fa'dzanuu biharbim minallahi wa rasuulih.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah yang telah menghalalkan bagi kita jual beli dan mengharamkan riba. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik manusia yang menjadi teladan dalam menjaga kesucian harta. Khatib berwasiat, marilah kita tingkatkan takwa kita, karena hanya dengan takwa kita mampu membedakan mana rezeki yang diridhai dan mana rezeki yang dimurkai.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di tengah himpitan ekonomi dan pesatnya godaan konsumerisme, banyak saudara-saudara kita yang mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan atau sekadar memenuhi gengsi. Jalan pintas itu sering kali bernama utang berbunga atau riba. Saat ini, riba telah berganti baju dengan istilah-istilah yang terdengar modern dan ramah, seperti pinjaman online kilat, fasilitas *paylater*, hingga kredit dengan bunga ringan. Namun, seindah apa pun namanya, esensinya tetap sama: tambahan yang diisyaratkan atas sebuah utang piutang adalah riba yang diharamkan.



Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat keras dan mengerikan di dalam Al-Qur'an terkait riba. Bahkan, tidak ada satu pun dosa besar yang pelakunya diumumkan perang secara langsung oleh Allah dan Rasul-Nya selain dosa riba. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 278-279: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu."



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Riba tidak akan pernah membawa kemakmuran, meskipun secara lahiriah ia tampak menambah nominal harta kita. Rasulullah SAW bersabda, "Riba itu meskipun banyak, namun pada akhirnya ia akan berujung pada kebangkrutan/sedikit." (HR. Ahmad). Betapa banyak kita saksikan orang yang terlilit utang ribawi hidupnya hancur, keluarganya berantakan, dan hatinya tidak pernah merasakan ketenangan karena terus dikejar-kejar oleh kecemasan.



Dalam fikih muamalah Islam, keberkahan jauh lebih diutamakan daripada kuantitas harta. Harta yang berkah adalah harta yang halal, yang dengannya kita bisa khusyuk beribadah, anak istri menjadi taat, dan membawa kita semakin dekat kepada Allah. Jika saat ini kita masih terjebak dalam pusaran riba, mari segera bertaubat. Lunasi segera utang-utang tersebut sebisa mungkin, potong kartu kredit yang menjerat, hentikan penggunaan pinjaman online, dan hiduplah sesuai dengan kapasitas kemampuan kita (qana'ah).



Jamaah sekalian,

Mari kita kembali kepada sistem ekonomi syariah yang adil. Jika ingin berbisnis, gunakan sistem bagi hasil (mudharabah/musyarakah) yang rida sama rida. Hindari transaksi yang mengandung unsur kezaliman, gharar, dan riba. Yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah kelemahan dan dosa-dosa kami. Berikanlah kami kekuatan untuk menjalankan syariat-Mu secara kaffah.



Ya Allah, bebaskanlah kami dan saudara-saudara kami dari jeratan utang dan riba. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu yang halal, dan jauhkanlah kami dari yang haram. Berikanlah kami sifat qana'ah agar kami senantiasa bersyukur atas nikmat-Mu, dan jadikanlah harta kami sebagai jembatan menuju surga-Mu, bukan sebagai beban di akhirat kelak.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.