NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Keberkahan dalam Berniaga dan Fikih Muamalah

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 02 January 2026 🌙 13 Rajab 1447 H 👁️ 13 Baca
Keberkahan dalam Berniaga dan Fikih Muamalah
Khutbah Pertama
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.

Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.

Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian: marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti yang sesungguhnya, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik saat kita berada di dalam masjid yang suci ini, maupun saat kita bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya di tempat kerja dan perniagaan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Seringkali kita menyempitkan makna agama hanya pada rukun Islam yang lima. Kita merasa telah menjadi muslim yang seutuhnya ketika dahi kita rajin bersujud, dan tenggorokan kita rela menahan haus karena puasa sunnah. Namun, kita sering lupa bahwa interaksi sosial kita, terutama urusan harta dan muamalah, adalah bagian tak terpisahkan dari timbangan amal di yaumil hisab kelak.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat Imam Bukhari: "Akan datang suatu zaman pada umat manusia, di mana seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram."

Hadis ini seolah sedang memotret realitas kita hari ini. Atas nama persaingan ekonomi, pemenuhan gaya hidup, atau bahkan sekadar gengsi, rambu-rambu fikih muamalah kerap ditabrak. Transaksi yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan/penipuan), praktik riba yang mencekik saudara sendiri, hingga memanipulasi takaran dan spesifikasi barang jualan seakan menjadi kewajaran dalam berbisnis.

Padahal, dalam kaidah fikih muamalah, keabsahan sebuah akad dan kejujuran di dalamnya adalah syarat mutlak turunnya keberkahan. Rasulullah SAW bersabda, "Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (cacat barangnya), maka keduanya diberkahi dalam jual belinya. Namun jika keduanya menyembunyikan cacat dan berdusta, maka akan dihapus keberkahan jual belinya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ketahuilah bahwa setiap suap nasi yang masuk ke dalam perut anak istri kita dari harta yang syubhat, apalagi haram, akan menjadi hijab atau penghalang terkabulnya doa-doa kita. Bagaimana mungkin Allah akan merespons rintihan doa kita di sepertiga malam, jika darah yang mengalir di tubuh kita dan keluarga kita tumbuh dari hasil menzalimi hak orang lain?

Oleh karena itu, sebelum menandatangani sebuah kontrak kerja, sebelum mengajukan pinjaman, dan sebelum mempromosikan sebuah produk, bertanyalah pada literatur syariat dan hati nurani: "Apakah akad ini diridhai oleh Allah?"

Mari kita jadikan tempat usaha, kantor, dan lapak dagangan kita sebagai ladang amal saleh. Berpuaslah dengan rezeki yang didapat dari jalan yang lurus, meski nominalnya mungkin terlihat sedikit di mata manusia. Yakinlah bahwa rezeki yang halal akan mendatangkan ketenangan jiwa, kesehatan keluarga, dan kemudahan dalam beribadah, dibandingkan harta yang menggunung namun hasil dari melanggar syariat Allah.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, menjauhkan kita dari harta yang haram, dan memberkahi setiap tetes keringat yang kita keluarkan untuk menafkahi keluarga tercinta.

Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.

Khutbah Kedua
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.

Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Ketahuilah bahwa Allah menyuruh kalian bershalawat kepada Nabi-Nya. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.

Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat, innaka samii'un qariibun mujiibud da'waat wa yaa qaadhiyal haajaat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa para guru kami yang telah membimbing kami mengenal syariat-Mu.

Ya Allah, Ya Razzaq, sucikanlah harta dan pendapatan kami dari debu-debu riba, gharar, dan syubhat. Cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal agar kami tidak tergiur dengan yang haram. Jadikanlah kami hamba-Mu yang amanah dalam bekerja, dan jujur dalam berniaga dan bermuamalah. Lindungilah keluarga dan anak keturunan kami dari memakan harta yang Engkau murkai.

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.

'Ibaadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsaan wa iitaa'i dzil qurbaa wa yanhaa 'anil fahsyaa'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuuruuhu 'alaa ni'amihi yazidkum, waladzikrullahi akbar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.