NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Risywah (Suap-Menyuap): Penyakit Kronis Perusak Keadilan dan Keberkahan

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 04 December 2020 🌙 18 Rabiul Akhir 1442 H 👁️ 7 Baca
Risywah (Suap-Menyuap): Penyakit Kronis Perusak Keadilan dan Keberkahan
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan syariat-Nya sebagai pelita bagi umat manusia dalam mengarungi gelapnya kehidupan. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah SAW, sebaik-baik pemimpin dan hakim yang adil. Khatib berwasiat, mari kita perkuat ketakwaan kita. Takwa yang mencegah tangan kita dari mengambil sesuatu yang bukan hak kita, sekecil apa pun wujudnya.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Islam sangat menjunjung tinggi nilai keadilan sosial dan pemerataan kesempatan bagi setiap manusia. Namun, ada satu penyakit kronis dalam sistem muamalah dan birokrasi kita yang dapat meruntuhkan keadilan tersebut dalam sekejap. Penyakit itu adalah Risywah, atau yang kita kenal dengan istilah suap-menyuap, sogok, pelicin, atau apa pun nama manis yang disematkan padanya hari ini.



Status hukum risywah di dalam Islam sangatlah tegas. Rasulullah SAW melaknat keras praktik ini. Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah melaknat orang yang memberi suap (al-raasyi) dan orang yang menerima suap (al-murtasyi)." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Laknat berarti dijauhkan dari rahmat Allah. Bayangkan, bagaimana mungkin seseorang bisa hidup tenang jika ia secara sadar mengundang laknat dari Sang Pencipta?



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Praktik suap-menyuap bukan sekadar dosa individu, melainkan dosa sosial yang daya rusaknya sangat masif. Ketika seseorang menyuap untuk mendapatkan sebuah jabatan, maka ia telah merampas hak orang lain yang jauh lebih berkompeten. Ketika sebuah perusahaan menyogok untuk memenangkan tender proyek, maka kualitas bangunan, jalan, atau fasilitas publik pasti akan dikurangi mutunya demi menutupi 'uang pelicin' tersebut, dan pada akhirnya masyarakat luaslah yang menjadi korban.



Lebih parah lagi, di zaman ini suap sering dibungkus dengan istilah 'hadiah', 'uang lelah', atau 'tanda terima kasih'. Rasulullah SAW pernah menegur keras seorang petugas zakat bernama Ibnu Lutbiyyah yang menerima hadiah dari masyarakat saat bertugas. Rasulullah bersabda, "Cobalah ia duduk saja di rumah ayahnya atau ibunya, apakah ia akan diberi hadiah atau tidak?" Hadis ini menjadi kaidah fikih yang kuat: hadiah yang diberikan kepada seseorang karena jabatan atau kewenangannya, pada hakikatnya adalah *ghulul* (korupsi/suap) yang diharamkan.



Jamaah sekalian,

Mari kita bersihkan tempat kerja kita, instansi kita, dan perniagaan kita dari praktik kotor ini. Kepada para pemangku kebijakan, jadilah pejabat yang bersih dan amanah. Kepada masyarakat luas, jangan biasakan menyogok untuk memuluskan urusan yang melanggar hukum. Harta yang dikumpulkan dari hasil suap adalah harta najis yang akan membakar perut anak istri kita di akhirat kelak. Berpuaslah dengan rezeki yang didapat dari keringat kejujuran, karena di situlah ketenangan abadi bersemayam.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah kelalaian kami, dan bersihkanlah hati kami dari keserakahan terhadap dunia.



Ya Allah, anugerahkanlah kepada negeri kami para pemimpin dan aparat yang jujur, adil, dan takut kepada-Mu. Jauhkanlah bangsa ini dari bahaya korupsi, suap, dan kezaliman. Tumbuhkanlah di dalam diri kami rasa cukup atas rezeki-Mu yang halal, dan lindungilah darah daging kami dari harta yang haram.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.