Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.
Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Di hari yang mulia ini, mari kita perbarui niat dan komitmen ketakwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Takwa yang sesungguhnya adalah ketika kita merasa senantiasa diawasi oleh Allah (muraqabatullah), tidak hanya saat kita ruku' dan sujud di dalam masjid, tetapi terutama saat kita sedang bertransaksi mencari keuntungan di pasar dan tempat usaha.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT secara khusus menurunkan satu surah yang diawali dengan ancaman kecelakaan yang sangat mengerikan bagi para pelaku bisnis yang curang. Surah tersebut adalah Al-Muthaffifin. Allah berfirman: "Wailul lil muthaffifiin. Alladziina idzaktaluu 'alan naasi yastaufuun. Wa idzaa kaaluuhum au wazanuuhum yuksiruun." (Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi).
Ayat ini adalah fondasi utama dalam fikih muamalah yang menuntut kejujuran absolut dalam berniaga. Di zaman modern ini, praktik 'mengurangi timbangan' tidak selalu berbentuk fisik timbangan beras atau buah di pasar tradisional. Menjual spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan yang diiklankan, mengurangi kualitas bahan bangunan dari *RAB* yang disepakati, hingga memanipulasi meteran air atau listrik, semuanya adalah bentuk modifikasi dari perbuatan *tathfif* (kecurangan) yang dilaknat oleh Allah.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pertanyaannya, mengapa seseorang berani berbuat curang? Jawabannya ada pada kelanjutan Surah Al-Muthaffifin ayat 4 dan 5: "Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar?" Kecurangan lahir dari krisis iman terhadap hari kiamat. Orang yang curang merasa bahwa keuntungannya hari ini tidak akan dihisab besok.
Padahal, harta yang didapat dari menipu pembeli, sekecil apa pun itu, akan menjadi bongkahan api neraka yang ditelan ke dalam perut keluarganya. Rasulullah SAW pernah melewati setumpuk makanan di pasar, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya dan mendapati bagian dalamnya basah. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang menipu kami, maka ia bukan dari golongan kami." (HR. Muslim).
Jamaah sekalian,
Bagi kita yang berprofesi sebagai pedagang, pengusaha, atau kontraktor, bertakwalah kepada Allah. Lebih baik jujur meski untungnya sedikit, karena di situlah letak keberkahan. Jangan hancurkan akhirat kita hanya demi meraup selisih harga yang fana. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, niscaya Allah akan menyempurnakan rezeki dan rahmat-Nya untuk kita semua.
Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.
—
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat. Ya Allah, ampunilah kelemahan dan dosa-dosa kami. Berikanlah kami rezeki yang halal lagi thoyyib.
Ya Allah, jauhkanlah diri kami, perniagaan kami, dan pekerjaan kami dari segala bentuk penipuan, kecurangan, dan kezaliman terhadap sesama. Karuniakanlah kepada kami sifat amanah dan kejujuran. Jadikanlah pasar-pasar kami dipenuhi dengan keberkahan, dan lindungilah keluarga kami dari memakan harta yang Engkau murkai.
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. Aqimish shalaah.
Ancaman Bagi Pelaku Kecurangan dalam Timbangan dan Takaran
N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 20 November 2020
|
🌙 4 Rabiul Akhir 1442 H
|
👁️ 15 Baca
Bagikan Kebaikan Ini
Diskusi Hikmah 2
Hello http://nofriwahyudi.com, I checked your website. You have an impressive site but ranking is not good on Google, Yahoo and Bing. Would you like to optimize your site? If you’re interested, then I will send you SEO Packages and strategies. Can I send? Warm regards, Nancy
Hi http://nofriwahyudi.com, I checked your website. You have an impressive site but ranking is not good on Google, Yahoo and Bing. Would you like to optimize your site? I will be happy to share with you our strategies with packages details. Can I send? Warm regards, Rishabh