NW
Nofri Wahyudi Teman Bertumbuh

Mencari Keberkahan Harta: Fikih Muamalah di Era Digital

N
Ustadz Nofri Wahyudi
📅 05 January 2026 🌙 16 Rajab 1447 H 👁️ 16 Baca
Mencari Keberkahan Harta: Fikih Muamalah di Era Digital
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalina. Man yahdihillahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.



Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa ayyuhannasuuttaqu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa khalaqa minhaa zaujahaa wa batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa nisaa'an, wattaqullahalladzii tasaa'aluuna bihi wal arhaam, innallaha kaana 'alaikum raqiibaa.



Hadirin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Azza wa Jalla, Tuhan semesta alam, Sang Maha Pemberi Rezeki. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik kita, tidak hanya di dalam mihrab dan masjid, tetapi juga teladan paling agung di pasar dan dalam urusan perniagaan.



Mengawali khutbah pada hari yang penuh barakah ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bukti nyata dari ketakwaan bukan sekadar panjangnya shalat dan banyaknya puasa kita, melainkan kehati-hatian kita dalam memilah dan memilih dari jalan mana harta dan rezeki itu kita dapatkan untuk menafkahi keluarga.



Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita hidup di era digital, di mana dunia berada dalam genggaman. Kemudahan bertransaksi hari ini bak pisau bermata dua. Di satu sisi ia memudahkan hajat hidup, namun di sisi lain ia mengaburkan batas antara yang halal, yang syubhat, dan yang haram. Banyak dari kita yang tanpa sadar terjebak dalam pusaran transaksi yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.



Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Akan datang suatu zaman pada umat manusia, di mana seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram." Hadis ini seakan-akan sedang menelanjangi realitas masyarakat kita hari ini. Demi meraup keuntungan finansial, demi mengejar gaya hidup, dan demi popularitas, rambu-rambu fikih muamalah ditabrak begitu saja.



Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita perhatikan kaidah-kaidah dasar dalam berniaga dan bermuamalah. Pertama, Islam melarang keras praktik riba. Riba dalam segala bentuknya—baik pinjaman berbunga, pinjaman online dengan denda yang mencekik, maupun transaksi finansial spekulatif lainnya—adalah deklarasi perang terhadap Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 276: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah." Riba mungkin terlihat secara matematis menambah nominal uang kita, namun hakikatnya ia mencabut keberkahan hidup, menghancurkan ketenangan jiwa, dan menyengsarakan masyarakat lemah.



Kedua, hindari transaksi yang mengandung unsur gharar atau ketidakjelasan. Membeli sesuatu yang tidak jelas wujudnya, tidak jelas kualitasnya, atau tidak jelas waktu penyerahannya adalah bentuk kezaliman. Bisnis *dropship* yang tidak transparan akadnya, investasi bodong yang menjanjikan keuntungan pasti tanpa risiko kerugian, hingga praktik manipulasi timbangan dan takaran, adalah bentuk-bentuk kezaliman ekonomi yang diharamkan syariat.



Jamaah sekalian,

Jangan pernah merasa iri melihat tetangga atau kawan yang cepat kaya dari jalan yang dimurkai Allah. Ketahuilah bahwa setiap suap makanan yang masuk ke mulut anak dan istri kita dari hasil yang haram, tidak akan membawa kebaikan sedikit pun. Daging yang tumbuh dari makanan haram, maka neraka lebih berhak membakarnya.



Jadilah mukmin yang qana'ah. Syukuri hasil keringat yang halal meskipun jumlahnya sedikit. Harta yang halal akan mengundang malaikat rahmat ke dalam rumah kita, melembutkan hati anak-anak kita agar mudah menerima nasihat agama, dan menjadi asbab terkabulnya doa-doa kita di sepertiga malam.



Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk menahan hawa nafsu, mengaruniakan kita pemahaman yang benar dalam urusan agama dan muamalah, serta menjauhkan kita dan keluarga dari api neraka akibat harta yang tidak halal.



Baarakallahu lii wa lakum fil qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wa astaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa'iril muslimiina minal khathaa'yaa wadz dzunuub, fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahiim.







KHUTBAH KEDUA



Alhamdulillahi ‘alaa ihsaanihi wa syukru lahu ‘alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Wa asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu ta’zhiiman lisya’nihi, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu ad-daa’ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash-haabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.



Ammaa ba’du. Fayaa ayyuhannas, ittaqullaha fiimaa amara, wantahuu ‘ammaa nahaa ‘anhu wa hazara. Wa’lamuu annallaha amarakum bi amrin bada’a fiihi binafsihi wa tsannaa bimalaa’ikatihi al-musabbihati bi qudsihi, faqaala ta’aalaa: Innallaha wa malaa’ikatahu yushalluuna ‘alan nabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa.



Allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiima, wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima wa ‘alaa aali ibraahiima fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.



Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-ahyaa'i minhum wal amwaat, innaka samii'un qariibun mujiibud da'waat wa yaa qaadhiyal haajaat. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa para pemimpin serta guru-guru kami.



Ya Allah Ya Razzaq, sucikanlah harta kami dari unsur riba, syubhat, dan keharaman. Cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal, dan kayakanlah hati kami dengan karunia-Mu sehingga kami tidak berharap kepada selain-Mu. Jadikanlah kami umat yang jujur dalam berniaga dan bermuamalah.



Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.



'Ibaadallah, innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsaan wa iitaa'i dzil qurbaa wa yanhaa 'anil fahsyaa'i wal munkari wal baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuuruuhu 'alaa ni'amihi yazidkum, waladzikrullahi akbar. Aqimish shalaah.

Bagikan Kebaikan Ini

Diskusi Hikmah 0

Belum ada diskusi.

i

Maklumat

Konten disusun untuk dakwah. Jika menemukan gambar atau teks yang kurang berkenan, mohon gunakan fitur Lapor agar dapat kami perbaiki. Jazakumullah khairan.